Minggu, 24 Juli 2016

Antusiasme Dosen Untan Berlatih MOODLE

Antusiasme para dosen Untan menggunakan MOODLE sebagai sistem yang menjawab kebutuhan pembelajaran di era informasi tampak pada pelatihan  Workshop e-Learning Dosen Universitas Tanjungpura yang diselenggarakan selama 4 hari atas kerjasama PIU IDB 7in1 Untan dan UPT.TIK  di gedung GDLN Untan, sejak Senin hingga Kamis 18 sampai 21 Juli 2016.
Workshop e-learning ini diikuti oleh 160 dosen dari seluruh fakultas di lingkungan Untan. Antusiasme peserta sudah tampak sejak Senin (18/7), dimana peserta tetap bertahan dari sesi pagi hingga berakhirnya pelatihan pada sore hari. Pelatihan dibuka resmi oleh pejabat PIU 7in1 IDB Untan, Syaifurahman, ST,MT.
Workshop e-Learning ini adalah bagian dari program IDB 7in1 terkait persiapan dosen dalam pembuatan konten e-Learning unggulan yang dikompetisikan, sekaligus meningkatkan pemanfaatan e-Learning Untan.
“Ada 18 konten yang dikompetisikan sesuai standar e-learning IDB 7in1, informasi dan pengusulan proposal dapat diakses pada laman, http://seleksi.e-learning.untan.ac.id.” kata Asisten Direktur Bidang Akademik PIU IDB 7in1 Untan, pada sambutannya.
Workshop e-Learning ini penting didukung semua pihak, utamanya komunitas dosen sebagai penggerak pembelajaran non konvensional di Untan. Sedangkan institusi berperan di dalam mendorong dan memfasilitasi kebutuhan pengguna e-Learning, termasuk pelatihan dan pendampingan teknis.
“Kapasitas peran kami sebatas mendukung LMS (Learning Management System) Portal Learning ini agar dapat bekerja stabil, aman dan lancar. Modifikasi MOODLE ini berjalan di protokol domain dan hosting official Untan, mengenai pengembangan isi, aktivitas dan pemanfaatannya bergantung kepada kreativitas masing-masing pengguna (dosen dan mahasiswa),” jelas Dr.Hery Sujaini, disela-sela kegiatan pelatihan.
Kepala UPT.TIK Untan ini juga menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu wujud komitmen dan dukungan unit yang ia pimpin guna meningkatkan kapasitas dosen dalam mengelola e-Learning, sehingga pemanfaatan portal e-learning semakin optimal.
“Dosen dapat menggunakan fitur-fitur yang tergolong lengkap dan tersedia didalam sistem, semakin diolah dan diasah maka semakin mahir dan familiar kita memanfaatkan MOODLE,” ujar dia.

Sabtu, 23 Juli 2016

Mengujui disertasi mahasiswa program doktoral Universitas Indonesia dengan video conference


Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura (UNTAN) Prof. Eddy Suratman menjadi salah satu dosen penguji disertasi mahasiswa program doktoral Universitas Indonesia (UI).
Proses ujian tertutup tersebut dilakukan melalui video conference, di Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPT TIK) Untan, Jumat, (22/7) sore.
Eddy mengatakan dirinya diminta oleh pihak UI untuk menjadi dosen penguji mahasiswa bernama Hanifah karena judul disertasinya sesuai dengan kompetensi yang dimiliki oleh dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan tersebut.
“Saya diminta sebagai salah satu penguji dari mahasiswa ini. Kerjasama Ini sebetulnya lebih kepada pribadi karena mereka (Pihak UI) melihat saya mempunyai kompetensi mengenai perekonomian daerah, karena topik disertasinya tentang perekonomian daerah, maka mereka mengangkat saya sebagai guru besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan sebagai salah satu dari tim penguji,” katanya sebelum melakukan video conference.
Menurut Eddy dengan adanya teknologi semacam ini, sangat membantu dirinya pribadi karena dapat menghemat waktu dan biaya dalam melakukan aktivitas yang jauh dari lokasi domisili.
“Maka kita gunakan teknologi, supaya hemat, tidak perlu lagi bayar ongkos saya tidak perlu menyediakan hotel,” ujarnya.
Menurut dia, Untan dan UI sebelumnya memang telah melakukan kerjasama, karena di Untan sendiri telah ada program doktoral, dan sebagian besar dosennya berasal dari Universitas Indonesia.  Ke depannya sebut Eddy, akan sangat mungkin mahasiswa doktoral Untan akan diuji oleh dosen UI melalui video conference yang sama seperti ini.
Edi Suratman mengaku telah tiga kali menguji mahasiswa di Universitas Indonesia.
“Jadi harapan saya tidak ada lagi kesenjangan antar universitas di Indonesia karena kita bisa menggunakan teknologi dan kita bisa bekerjasama dengan baik, fokus kita adalah peningkatan kualitas pembelajaran di tiap-tiap universitas, dan kita (Untan) mempunyai fasilitas ini, Alhamdulillah, kita menguji tanpa membuang waktu pergi ke Jakarta,” pungkasnya.